http://www.atm303.com/poker.html

4 Hal Yang Harus Kamu Ajarkan Ke Anakmu Kelak Seperti Ibumu Mengajarkanmu Dulu

Orangtua adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya. Itulah kenapa, sosok Ibu begitu terasa kehadirannya di hidup kita. Kasih sayang dan perhatian yang beliau beri tak henti-henti, adalah alasan kenapa aku dan kamu jadi diri kita yang saat ini.

Tapi di antara ribuan hal yang pernah ibu ajarkan pada kita, ada 4 di antaranya yang benar-benar berharga. Saat giliran kita nanti menjadi orangtua, pastikan kamu mengajarkan 4 hal ini pada anakmu juga, ya. 4 hal apa sajakah itu? Poker Online

1. Ibu mengajarkanmu jadi sebaik-baiknya manusia. Menurut beliau, pribadi terbaik adalah mereka yang berguna buat sesama
Ibu tidak pernah mengharuskan kita untuk jadi orang kaya. Ibu juga tak pernah repot-repot menyuruh kita pergi ke salon tiap hari supaya jadi lebih cantik dari seleb kelas A atau Puteri Indonesia. Tapi, Ibu selalu mewanti-wanti agar kita jadi sebaik-baiknya manusia. Dan sebaik-baiknya manusia, kata beliau, adalah mereka yang berguna.

Hidup cuma sekali saja. Ibu selalu mengajarkanmu supaya tidak menyia-nyiakannya. Saat giliranmu menjadi orangtua nanti, kamulah yang wajib menanamkan pada anakmu agar mereka tak menyia-nyiakan hidupnya. Sebagaimana Ibumu dulu selalu berkata, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang berguna buat sesama.

2. Ibu mengajarkanmu untuk hati-hati soal cinta. Cerdas memilih pasangan agar hati tak gampang luka
Tak seperti Ayah yang mungkin lebih banyak diam dan membebaskanmu soal ini, Ibu rajin memberi nasihat tentang cinta dan memilih jodoh untuk masa depan nanti. Satu hal yang beliau selalu wanti-wanti: kamu harus hati-hati. Jangan sembarangan jatuh cinta, jangan memilih seseorang hanya karena ketertarikan yang dangkal. Hati-hati menitipkan hati, agar kamu tidak gampang luka. Supaya perasaan yang kamu punya tidak malah sia-sia.

Sadar atau tidak, langsung atau tak langsung, Ibu sangat mempengaruhi pilihan jodohmu. Jika sekarang kamu sudah bertemu dia yang baik untukmu, jangan lupa ucapkan pada beliau

3. Di depannya, kamu bisa jadi diri sendiri. Menangis itu tidak apa-apa, sok kuat tak akan membuat masalahmu selesai
Ibu membuatmu paham bahwa di depannya, kamu bisa menjadi diri sendiri. Di hadapannya, kamu tak perlu sembunyi-sembunyi. Menangis itu tidak apa-apa jika kamu memang sedang sedih-sedihnya. Kalau ada masalah yang menimpa, jangan khawatir, ada beliau yang bisa meyakinkanmu bahwa semuanya akan jadi baik-baik saja.

Saat kamu sudah menjadi orangtua nanti, jadilah seperti Ibu yang selalu mengayomi. Seperti beliau yang bisa meyakinkanmu selama ini: “Nak, kamu selalu bisa jadi diri sendiri.”

4. Beliau mengajarkanmu arti pengorbanan. Yaitu tetap sayang walau anak kadang “kurang ajar” :))
Ah, dasar kita anak kurang ajar. Lebih kurang ajarnya lagi, kita yakin beliau nggak sadar akan kenakalan-kenakalan yang kita lakukan. Padahal sebenarnya, Ibu pasti sudah hafal. Dia hanya menghela napas dari jauh sana dan bersabar.

Karena menjadi Ibu adalah tentang pengorbanan. Tetap mencurahkan perhatian walau anak sering “kurang ajar”. Tetap menunjukkan kasih sayang walaupun balasan kita selalu tak sepadan. Menjadi Ibu, adalah tentang pengorbanan. Mungkin sekarang kita belum paham. Namun saat sudah jadi orangtua nanti… inilah hal terpenting yang layak kita ajarkan

Ah, Ibu. Beliau memang tak akan pernah bisa terganti. Sudahkah kamu berterima kasih atas pelajaran-pelajaran beliau padamu selama ini? Mumpung sebentar lagi Hari Ibu, atm303 ingin mengajakmu untuk mengucapkan terima kasih ibu. Yuk, sampaikan pada beliau perasaan kasih sayang dan terima kasihmu!

You may also like...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *